Resesi 2023, Masa Depan Startup dan UMKM, serta Isu PHK Massal

JAKARTA–Indonesia tidak akan jatuh dalam resesi tahun depan, kendati kondisi ekonomi global akan mengalami perlambatan akibat konflik geopolitik. Keyakinan tersebut muncul mengingat integrasi Indonesia dengan global saat ini masih rendah.

Bagaimana sebenarnya kondisi ekonomi Indonesia dan global pada tahun 2023. Di Coffee Break With Arsjad, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid menggali pikiran mantan Menteri Ekonomi Indonesia sekaligus Pengamat Ekonomi Chatib Basri.

Sumber: YouTube

Arsjad Rasjid Apresiasi 7 Tahun Perjalanan Indika Foundation

JAKARTA — Didirikan 15 Februari 2017 lalu, Indika Foundation genap berusia tujuh tahun pada tahun ini. Dibangun Arsjad Rasjid beserta jajaran pimpinan PT Indika Energy Tbk, organisasi berkonsep corporate foundation itu meneguhkan semangat untuk mewujudkan Indonesia yang damai dan inklusif.

Merayakan perjalanan tujuh tahun Indika Foundation, Arsjad Rasjid terlihat hadir di tengah-tengah jajaran tim kerja yang mayoritas berisikan generasi muda tersebut. Dia mengapresiasi kegigihan tim yang menggawangi Indika Foundation.

Sebagai wujud syukur, Arsjad pun didaulat memotong tumpeng yang telah disiapkan. “Tidak terasa, tujuh tahun perjalanan Indika Foundation dengan misi yang tidak pernah berubah: membangun karakter bangsa demi Indonesia yang damai dan inklusif. Selamat ulang tahun, Indika Foundation,” kata Arsjad Rasjid.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh punggawa Indika Foundation untuk terus mendorong kemampuan berpikir kritis dan semangat gotong-royong masyarakat dalam merawat toleransi di Indonesia.

Sejak didirikan, Indika Foundation  berkomitmen mendukung pendidikan perdamaian serta memperkuat ekosistem perdamaian di Tanah Air. Melalui visi ini, Indika Foundation lalu bergerak dengan nilai integritas, pencapaian kerja tim, tanggung jawab sosial dan kesatuan dalam keberagaman.

Menilik sepak terjangnya, Indika Foundation telah menjalankan banyak program krusial. Pada 2017, misalnya, Indika Foundation meluncurkan Milenial lslami, program edukasi keislaman yang moderat dan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan. Program ini mempromosikan kemampuan bernalar kritis dalam mempelajari nilai-nilai keislaman.

Selain itu, Indika Foundation juga memberikan dukungan pendanaan kepada organisasi dan komunitas perubahan sosial untuk memberdayakan ekosistem perdamaian di Indonesia.

Sementara pada 2018, organisasi ini mengembangkan toleransi.id, dengan semangat untuk meningkatkan kesadaran atas nilai toleransi di kalangan anak muda. Pada 2019, toleransi.id menjadi mitra United Nations DevelopmentProgramme (UNDP) di Asia dalam mengimplementasikan program Preventing Violent Extremism through Promoting Tolerance and Respect for Diversity (Protect). Di pengujung tahun, inisiatif ini meraih penghargaan Intercultural Innovation Awards dari UNAOC dan BMW Group. Ajang ini dikuti lebih dari 1.200 peserta dari 128 negara.

Tatkala pandemi Covid-19 merebak, Indika Foundation merespons cepat dengan mendirikan Genomik Solidaritas Indonesia Lab (GSI LAB). Laboratorium diagnostik ini mampu melakukan uji PCR secara cepat, akurat, dan berkapasitas besar.

Selain itu, program Kamar Belajar Indika Foundation yang fokus memberikan dukungan pendanaan dan pelatihan berorganisasi kepada individu, komunitas dan organisasi, juga diluncurkan. Program ini bertujuan mendukung organisasi agar semakin profesional dan mampu bergerak secara strategis.

Pada November lalu, Indika Foundation melatih 100 pemimpin muslim muda melalui ajang Salaam Summit 2023. Para pemimpin muda berusia 17-24 tahun itu dilatih agar mampu menerapkan perilaku damai serta bisa memimpin berlandaskan Islam wasathiyah (Islam berkeadilan), tasamuh (toleransi), ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia), dan mantiq (logika).